Rabu, 12 November 2014

Belajar mengajar menggambar (bagian 1)

Beberapa saat lalu, ada seorang teman yg bertanya, apakah saya berminat mengisi posisi guru gambar TK.

Baiklah, belajar lagi jadinya kan?

Langsung nyari kurikulum art untuk usia dini. Biasanya ga pake  rencana rencanaan kalau bikin project ama anak anak ya, tapi untuk tindakan kelas pastinya beda.

Ini yang saya dapat buat baca baca:

http://artroom104.blogspot.in/2012/08/appr-pre-and-post-assessments.html?m=1

Untuk asassement.

http://www.mrsbrownart.com/1st.htm

Untuk ide dan mempelajari gimana  bikin catatan pembelajaran anekdotal.

http://rudra007.hubpages.com/hub/25-How-to-draw-for-kids-instructions-using-letters

Untuk belajar cara cara menggambar instruksional.

Dan tentu saja. Pinterest. My hero.

Untuk panduan, berikut perkiraan dan garis besar tahapan menggambar bagi anak anak TK dan PG, saya padukan dgn request customer :)

Berikut adalah panduan aktivitas menggambar, pembelajaran teknik menggambar akan dipadukan dengan perkiraan tema berikut selama satu semester.

1. Diri Sendiri . Sub tema :
identitasku, anggota tubuh, panca indra
2. Lingkunganku .Sub tema :
rumahku, bagian rumahku, sekolahku
3. Kebutuhanku. Sub tema :
makanan/minuman,pakaian, kebersihan
4. Binatang. Sub tema : jenis
binatang, cara hidup binatang, ciri binatang
5. Tanaman. Sub tema :
tanaman, cara menanam dan merawat
tanaman, bagian tanaman

Pertemuan pertama dan kedua bulan Juni 2014

Belajar mengenali diri dan lingkungan.

Diawali dengan sebuah kisah, cerita. Anak akan diajak untuk menggambar bebas tentang dirinya. Dengan tujuan menganalisa kecenderungan dan gaya tiap anak, kepercayaan diri, pendekatan yg baik untuk tiap anak.

Selanjutnya mengenal lingkungan.
Bermain mengamati alam sekitar. Keluar mencari rumput, daun, melihat awan, pohon, mengasah sensitivitas terhadap alam.
Menggambar apa yang tadi dilihat.

Ini masih proses "detox" jika ada anak yg masih tak percaya diri, atau terlalu sering diarahkan ketika menggambar. Jika benar ingin memakai metode Montessori, salah satu implikasinya adalah 80% mandiri 20% arahan guru. Montessori juga tidak mempercayai gambar yang tak nyata atau fantasi, maka pengamatan alam, menjadi penting.

Pertemuan ketiga dan keempat bulan Juli 2014
Belajar teknik menggambar:

Mengajari anak dimulai dengan membuat bentuk coretan sederhana yang sesuai dengan kemampuan anak.Langkah-langkahnya adalah ajak anak membuat coretan gambar sebagai berikut :

1.Menggambar dengan Titik-titik , Ajak anak membuat gambar dengan bentuk titik-titik dimulai dari bentuk gambar dengan titik-titik satu warna, dua warna hingga akhirnya dengan kombinasi beberapa warna sekaligus.

2.Menggambar Garis Vertikal dan Horizontal , Membuat gambar dengan garis-garis vertikal dan horizontal secara bertahap, dimulai dari haris horizontal dan vertikal dikertas terpisah, kemudian menggambar kombinasi dalam vertikal dan horizontal dalam satu kertas dengan kombinasi warna sesuai selera anak.

3. Menggambar Bentuk Lengkung dan lingkaran . Tangan anak mulai dilatih dengan kontrol yang lebih sulit yaitu bentuk lengkung dan lingkaran, pertama anak disuruh membuat gambar lengkung menghadap kebawah seperti
huruf n dan kemudian lengkung menghadap ke atas seperti bentuk u, setelah anak terlihat cukup mahir dilanjutkan dengan membuat dingkaran dengan bentuk awalnya kombinasi n dan u lalu membuat lingkaran secara utuh.

4. Menggambar dengan Teknik Asosiasi , Selanjutnya masuk pada tahap menggambar bentuk nyata. Pada tahap ini anak diajarkan menggambar dengan mengasosiasikan bentuk yang dikenalnya menjadi obyek gambar yang akan dibuat. Bentuk yang paling bagus adalah mengasosiasikan Abjad atau Angka, hal ini didasarkan pada dua manfaat, yaitu selain anak mahir menggambar, juga dapat meningkatkan kemampuan pembelajaran keaksaraan dan angka pada anak.

Pertemuan kelima dan keenam bulan Agustus 2014

-belum kepikiran heheheh-

Trus dapet lagi, lupa sumbernya

Learning target

1: line
2: colours
3: texture
4: besar kecil
5: mengisi bidang datar
6: mencetak
7: ekspresikan dgn karyamu

Pada prakteknya, saya lebih mengacu pada learning target 1 ampe no 7 itu.

Akan saya upload catatan dan foto per pertemuan.

Berikut catatan pertemuan pertama.

Deg degaaaaann. Tapi ternyata anak anaknya lucu lucuuuu. Hihi

Pada sebagian anak, kemampuan menggambar mereka berkembang dari benang kusut hingga tiruan objek, walau dengan kecepatan yang berbeda.

CATATAN: Tujuan dari penanggalan dan pemberian nama pada aktivitas menggambar, adalah untuk mendokumentasikan perkembangan kemampuan menggambar masing masing anak. Beri catatan anekdotal di bagian belakang jika memungkinkan.

Tahap benang kusut >tahap preskematis >tahap skematis.

Pertemuan pertama 13 Agustus 2014 adalah pertemuan untuk analisa awal perkembangan menggambar anak anak.

Sebagian besar anak pada kelas TK sudah masuk ke tahap skematis, menggambar kombinasi garis, serta bentuk, dan bisa mengekspresikan perasaan dengan menggambar diri.

Sedangkan anak kelas PAUD sudah masuk tahap preskematis. Mereka juga sudah menggenggam krayon dengan benar dengan jari jari, bukan dengan kepalan tangan.

Goresan tangan beberapa anak masih membutuhkan latihan untuk penguatan dan keberanian, maka pertemuan berikutnya akan memperkuat goresan yakni dengan menggunakan kapur di aspal hingga dengan tujuan lain mengenalkan media yang bervariasi dalam menggambar.

Pertemuan kedua tanggal 27 Agustus 2014.

Diawali dengan cerita tentang warna: COLOURS.
Anak anak menggambar di aspal dengan kapur pilihan mereka sendiri.
Menggambar di aspal dengan kapur diharapkan akan memperkuat goresan tangan anak. Disamping itu, anak akan mengenal ragam media dalam menggambar, dan kebebasan berekspresi karena luasnya media yang mereka punya, tak terbatas buku atau kertas saja.
Masih ada yang ragu dalam menggambar yakni Hanin. Yang lain sudah cukup ekspresif dalam menggambar di aspal.

Dilanjutkan mengenal campuran warna primer, caranya anak melihat dnia dari balik plastik mika berwarna kuning, merah, biru, lalu menumpuk dua warna untuk melihat hasil pencampurannya. meskipun dengan plastik mika percampuran warna tak cukup nampak, namun sementara ni sudah cukup dalam konsep pengenalan.

Dilanjutkan menggambar di atas kertas hitam yang digores dengan kapur basah.
Anak kembali belajar media gambar yg berbeda, dan belajar mencelup kapur dengan sabar.gambar dengam kertas hitam ini dibawa pulang.

Pertemuan lanjut adalah eksplorasi bentuk dan kemampuan memanfaatkan bentuk yang tersedia untuk menggambar.

Semoga makin ekspresif yaa

Bersambung

2 komentar:

  1. assalamualaikum mba echa. salam kenal. mau tanya mba. kalau kita ngambil gambar di pinterest lalu dipakai untuk komersial apa harus izin atau bayar royalti gitu kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa alaikumsalam. setahu saya mb, se copyleft apapun suatu karya adabnya adalah menulis sumber. biasanya free printables pun menuliskan boleh cetak u kepentingan pribadi saja. wallahu alam

      Hapus

Entri Populer