Kamis, 24 Oktober 2013

apa yang perlu kita lakukan saat anak kita khitan?


Ini adalah kisah khitan Hamza setelah duluuu bulan Juli 2011 Rafid sudah khitan bersama teman teman kompleks GI. Ini latar belakang ceritanya.

Nah, saat lama di Wonosobo tiba tiba Hamza mau Khitan (niat lagi). Ya sudah, mari disegerakan saja.

Saat itu bingung juga sih mau metode apa, beberapa saran dari rekan dan saudara yang berkecimpung di dunia medis; menyarankan sirkumsisi biasa dengan potongan dan jahitan, karena metode laser itu (metode yang menggunakan alat pemotong dengan panas) meskipun minim darah dan cepat, namun  membakar jaringan, karena tadinya metode ini dipakai untuk memotong, membuang daging tumbuh atau semacamnya jadi malah katanya kurang baik gitu..Ada yang menyarankan metode smart clamp yang cuma dijepit pakai semacam cincin plastik dan nanti lepas sendiri, katanya enak..anak bisa langsung mandi sendiri, gak berdarah darah.

Akhirnya waktu itu Rafid ternyata pakai metode laser, agak kaget juga karena sebenarnya request metode konvensional, namun karena sunatan massal ya, okelah. Bismillah. Alhamdulillah juga baik baik saja.

Tibalah saatnya Hamza dikhitan oleh bapak mantri yang dulu mengkhitan Rendy, adik saya. Ternyata saat datang ke rumah, yaa sepuuuuh sekali orangnya. hihihih sempat agak agak khawatir gimana kalau penglihatannya udah gak terlalu jelas...astaghfirullah ..ya gitu deh emak emak . apa apa dikhawatirin.
Saya bicara agak lama dengan beliau  tentang berbagai metode khitan, pendapat beliau tentang perawatan pasca khitan, dan juga tentang anak. So far baik. tak perlu dibatalkan. hahaha *kenapaemaknyayangkeringetdingin*

Pulang dari sholat isya..kok  lama amat? Ternyata kata ayah, Hamza ketiduran waktu nunggu ayah berdoa (oh, sooo me). Masuk dari gerbang lihat bapak mantrinya yang berpeci Hamza langsung kabur berlari lewat pintu samping "takuuuut ..takuuuut....gak mauuuu..nanti aku jadi tengkoraaaak"

Sempat mikir lhoh kok takut banget gini, apa dibatalin aja? Memang dia sudah bilang ke saya beberapa kali sambil agak berkaca kaca gitu beberapa waktu sebelum khitan: takut, sakit nanti..
kami besarkan hatinya, ngingetin ini semua kemauannya sendiri, gak ada yang memaksa, kalau gak mau ya udah gak pa pa.

Ayahnya yang mendampinginya masuk kamar tidur , lalu setelah siap, saya yg mengantar pak mantrinya masuk kamar. Tapi untuk kali ini saya keluar lagi , waktu Rafid saya temani  dari awal, ini kan saya  gendong Tuhfa *alesan* saya tilawah diluar sambil mencoba mengatasi hati yang ribut bertalu talu dengar Hamza nangis disuntik bius tiga kali *kenapasayayangpengenpengsan*

Metode konvensional sirkumsisi gunting jahit ini memang lama saudara saudara.
Sekitar 30 menit. Udah gitu ternyata benar, bapaknya ini tampaknya sudah kurang jelas penglihatannya *dueeeng* wekeke bismillah ya naaak..sing gedhe pangapurane. semoga sih ga apa apa ya.. Allah Yang Maha Menyembuhkan dan Mengindahkan bentuk yang kurang beraturan *gubrak*

Memang dalam proses penyembuhan juga seingat saya lebih lama dari metode laser yang cepat keringnya. samapai hari ketujuh ini Hamza masih agak belum kering benar. belum lagi iritasi di bekas perbannya, yang saya ganti tiap kali habis pipis..
Selama tujuh harian Hamza memakai celana khusus pasca khitan yang memiliki semacam pelindung dibagian depan, terbuat dari busa lentur keras yang berlubang lubang.
Karena sejak bangun pagi keesokannya dia langsung maiiiinnnn..gak keliatan barusan khitan kalo gak ada celana mlendungya itu dan teriak teriak kalo ganti perban hahaha. Baru aja teriak sakiiit sakiiit.. selesai ganti perban langsung joget menghibur Tuhfa yang kaget. *sanguinissejatihkayasapa*

Yah, masyaAllah..drama time nya udahan ya pemirsa.
Silahkan mencari informasi selengkapnya kalau mau khitan..semuanya kembali kepada pilihan masing masing.


Ini catatan hati saya di FB tentang khitan anak anak terkait handsfree revolution:

saat kalian dikhitan, nak..
kamilah yang ada disamping kalian..dan Allah..

terlintas untuk memberikan game, atau hp..namun jika kami melakukannya..
Bagaimana jika kelak,dalam saat saat sulit..kalian berfikir bahwa gadget itulah tempat kalian melarikan segala gundah..membuang semua masalah..meredakan sakit.

Mendampingi kalian, mendoakan kalian, adalah cara kami mencinta.dan sesungguhnya Allah amat dekat..Ia Maha Melihat..Meringankan beban berat..

Bismillah..

inikah hadiah terindah untukmu?

hadiah untukmu

Bunda sadar..berbagi itu butuh latihan..
Butuh keberanian..untuk melepaskan..
Maka bunda memulai sebuah permainan..

Yuk kita saling memberi..
Dimulai dari milikmu yang paling tak berarti..tak apalah..yang penting ikhlas di hati..

Kakak memberi bunda permen, bunda memberi kakak pisang..

Hamza memberi selembar kartu Power Ranger..dan bunda memberikan permen yang tadi hihi.

Lalu bunda bertanya
'bagaiimana ini dengan Tuhfa?'

'nih Tuhfa mau topeng gak?'
'iya nih untuk Tuhfa topengnya, nanti kapan kapan kakak pinjam yaa'
Hihi lucu sekali..

Tuhfa pun masuk kamar..
Tiba tiba..kakak Hamza masuk membawa selembar gambar..
Setangkai bunga dan adik Tuhfa yang tersenyum lebar..

Kakak Rafid juga.
menggambar Tuhfa dengan tulisan I Love You besar besar..





Oooh betapa manisnya..
Bahkan bunda juga mendapatkannya..
Tertulis disana:

I Love You Bunda..

Menjadi istimewa karena akhir akhir ini kata itu amatlah langka..
Diucap oleh seorang kakak yang sering bunda lukai hatinya..dengan kritikan..dengan peringatan berlebihan..

Bunda memeluki kalian sebagai hadiah dari hati bunda yang paling dalam..

Sambil menciumi, bunda bisikkan bahwa hadiah memang tak harus berbentuk benda yang diingin inginkan..

Kata yang manis, senyuman yang menampakkan gigi geripis..



Sebenarnya, betapa keberadaan kita sepenuhnya disisi mereka..adalah hadiah

Senyum dan tawa kita adalah hadiah

Tatapan mata yang mengatakan 'ya..nak..itu tak apa..bunda menyayangi ..tanpa syarat' adalah hadiah

Pelukan, telinga dan hati yang mendengarkan tiap kata mereka adalah hadiah..

Doa doa yang terucap dalam bisikan atau kita ucapkan keras agar mereka mendengar adalah hadiah..

Walau..
Tanpa balon dan MC..
Tanpa confetti..
Tanpa kueh berlilin..
Tanpa kertas kado dan pita berpilin..

Betapa sederhana..
alhamdulillaah..

Mudahkanlah kami menjadi lebih baik Ya Ghofar..

Senin, 14 Oktober 2013

bagaimana kau tahu, bahwa bunda menyayangimu?

dialog pagi sambil sarapan tahu goreng

Bunda: kak..tau ga sih kalau bunda sayang banget ama kakak?

Rafid: gak tau..soalnya bunda marah terus sih..

Bunda:oo gitu ya..maaf yaa

Rafid:jangan diulangi lagi ya bun

Bunda:iya insyaAllah..nha trus Rafid taunya bunda sayang itu gimana?

Rafid:ga tau..

Bunda:maksudnya, kalau Rafid ngerasa bunda gak sayang kalau ngasi tau Rafid ama marah, berarti yang sayangnya terasa itu yang gimana?

rafid:yang bicaranya baik, ga mendelik *dia mendelik..


Bunda:kalau udah bicara baik, ampe berkali kali, tapi kakak masi gitu aja gimana?


Rafid:ya udah diulang terus, aku didatangi bun..


Bunda:kalau masih belum mau juga?


Rafid:dikilikitik aja aku ampe kegelian


Bunda:ihihi..ya deh..*ama acak acak rambutnya




di kesempatan lain...

dialog malam jelang tidur dengan Hamza setelah doa

B: Ham, kalau seperti tadi itu bunda marahin Hamza, sebenarnya Hamza ingat tidak?


H: Enggak inget. 


B: wh, berarti marah marah itu nggak berguna ya? trus gimana dong kalo ga boleh ama marah? ama ketawa ya? Hahaha kok Hamza gitu sih hahah


H: ya nggak bergunaaa kalo pake ketawa..


B: pake nagis ya huaaa huaaa Hamzaaaaa kok gituuuuu huuuuuhuuu


H: ya gak berguna jugaa.


B: nha trus gimana tho naakkk..bunda gemess banget e kalo Hamza udah dikasi tau berkali kali masi gitu aja


H: ya bicara lah Bun..


H:gini bicaranya hiiiieeeehh hhhhiiiieeeeh


B:itu bahasa kuda ya?  Bunda belum belajar bahasa kuda..Hahah.kalau yang selain bahasa kuda gimana bicaranya? Gini ya..Haaaaam..sayaaaang...jangan diulang lagi yaaa


H: ya gitu aja..


B:boleh ga ama nyubit sedikiiiit aja gitu kalo bunda gemes banget


H: ya jangan buuunnn..gak boleh..


B:kalo ama gigit?


H: ga boleeeeh.Aku capek bun..bicaranya kepanjangan


*langsung tidurrr..


#nulisnya ama berkaca kaca..maaf ya naaak.
Ternyata bener ya, jangan teriak ke anak, datangi, elus punggungnya, tatap matanya bilang aja baik baik..

ada apa? ada apa?

beberapa tahun lalu..hujan hujanan..berantakan..kesalahan.. sama sekali bukan masalah ..

lalu perlahan lahan saya mulai mencereweti baju kotor..lantai basah..kamar yang tak rapih..harus begini baiknya begitu..

Perlahan saya jarang tertawa bersama anak anak..mengurus ini mengatur ini..membersihkan ini memasak itu..ketik ini ketik itu..nyetatus ini..komen itu..dan jika mereka membutuhkan saya, saya merasa terganggu..



Ada apa? Ada apa?
Saya lupa bertahun dulu itu, ada yang saya harapkan dari berhentinya saya dari pekerjaan..

Saya ingin membersamai anak anak mengenal..mencintai Allahnya..tapi tujuan itu terlupa..tertumpuk debu debu gangguan kecil yang tak berarti..masalah dan kesalahan kecil jadi amat besar dan menjengkelkan..

Allah...

Ada apa? Ada apa?

Begitu jauhnyakah saya dariMu..Allahku..hingga permata permata hati itu harus mendengarkan gerutu?

Begitu pentingnyakah news feed dan peristiwa dilayar hp-ku hingga jarang kutatap mata mereka hingga kalbu?

Grasp what matters and let go..let go of perfection..let go of distraction..

And I'm holding on You..bismillah.

Maafkan bunda ya nak..
Astaghfirullah..

*Sore ini silahkan bermain hujan..bahkan saat hujannya telah berhenti..bibir kalian membiru menggigil..tangan dan kaki kalian dingin.. kalian masih ingin bermain..silahkan..alih alih mencereweti..dan khawatir berlebihan..bukankah lebih indah bila bunda sediakan teh hangat dan menggosoki kalian dengan minyak hangat seusai mandi? Lalu mengajak kalian sholat dan mengaji tanpa membebani..Hujan kali ini..Hati bunda basah...seperti mata bunda nak..semoga istiqomah.. 


Allah Yang Menyaksikan..Allah Yang Menyaksikan.

perlukah me time?

kalo saya..sesaat berjauhan dari anak anak itu perlu..
apakah namanya jadi me time atau with others..

Apakah membaca buku dalam senyap..atau menghamba padaNya disaat yang lain lelap
apakah pergi sekedar membeli rujak..atau bersama sesama ibu belajar memasak

Untuk mendapatkan perspektif.
Perspektif.
Dari kejauhan ada hal hal yang menjadi lebih jelas dan jernih..

Termasuk bagaimana kita melihat diri kita sendiri..
Bagaimana anak anak kita..

Mereka, anak anak juga perlu waktu sendiri tanpa orangtuanya..
Entah bersama pendamping, saudara, atau guru kehidupan lain..
Dan mereka kembali dengan rindu..

Karena mereka mendapat perspektif.
Perspektif.



apa kenangan masa kecilmu?



Lamat lamat..atau justru melekat erat..masing masing kita punya kenangan masa kecil..

kehangatan membuncah di hati saat saya menggeser pintu kaca kotak es krim 'Brasil' dan menerima uap dinginnya..melihat warna warna lembut es krim yang duluuu benar benar barang langka dan mewah buat saya.

..dan saya ingat ibu.
Yang menunggui saya pulang TK..yang berjalan pulang sambil menggandeng tangan dan bercerita..yang membiarkan saya berlari bersama teman teman sepanjang trotoar..

..ibu yang menatap khawatir saat sakit..menyuapi sayur bayam dan tahu goreng yang saya benci karena saat sakit, bau dan rasa jadi tak enak..lalu saya dimarahi ..hihi..

Ibu yang mengajari membaca dan menulis..meski saya ngotot tulisan saya sudah benar walau terbolak balik..menemani belajar hanacaraka..dan mendengar ocehan saya yang tiba tiba saya lakukan saat sholat..



harap saya..diantara kekurangan kekurangan saya sebagai orangtua..anak anak punya kenangan dan doa indah untuk saya..sesederhana itu.

Bukankah doa anak sholih yang akan menjelmakan Kasih Sayang Allah untuk kita kelak..amal yang tak berhenti meski kita mati?

Maka saya berusaha..untuk mncatatkan kebaikan di hati mereka..berusaha. Yang tak berarti tanpa cela..tanpa khilaf..tapi ingatkan saya untuk berusaha..

Lebih banyak senyum daripada mengerutkan kening..
Lebih banyak memeluk dan mengusap..
Lebih banyak kontak mata dan koneksi hati..
Lebih banyak doa baik dan ucapan : bunda sayang padamuu..

apa aktivitas alam bersama bayi?

natural sensory time..

Rasakanlah nak..kenalilah
Ini tanah..ia berbutir butir..warnanya coklat..

Ini rumput..bagaimana rasany digengamanmu? Masih basah? Segar baunya?

Ini alam..
Allah Yang Menciptakan..
Dan kita..dalam tidur, duduk dan berdiri kita..Allah berpesan untuk memikirkan ciptaanNya..

Agar betah kita berdekat dekat denganNya..mengerti betapa Hebatnya Ia..

Rasakanlah..kenalilah..
 

suara hati seorang anak

suara hati seorang anak 

*terjemahan dari tulisan Rachel Macy Stafford- Handsfreemama- 

biasanya..ia yang kau sapa paling awal di pagi hari 
kini kau menyapaku 
kau berkata "selamat pagi" dan "bagaimana tidurmu"..tanganmu..tak lagi terikat pada perangkat itu..hingga tersedia untukku 
untuk memelukku..menolongku menuang sereal dan mengelus rambutkuterima kasih telah menyapaku.. 

biasanya..ia yang kau tengok sebelum tidur 
kini kau menengokku 
..apakah selimutku nyaman..dan apakah monster monster telah pergi dari bawah dipan..suara dan kehadiranmu, tidak lagi kau berikan pada orang orang lain dilayar..namun terasa di kulitku saat aku berangkat tidur.. 
terimakasih telah menengokku 

biasanya ia yang kau ajak bicara hingga berjam jam.. 
sekarang kau bicara padaku.. 
kau menanyakan tentang mimpiku..gambarku..lelucon terbaruku..dan ketakutan terbesarku..dengan tatapanmu kau mendengar 
sungguh sungguh mendengarkan tanpa tambahan suara dering atau notifikasi 
terimakasih telah bicara denganku 

biasanya ia yang tergenggam ditanganmu..dari ruang ke ruang 
sekarang kau menggenggamku..memelukku.. 
memeluk dengan tatapan yang hangat..tanganmu bebas.. 
sering kau tinggalkan perangkat itu..untuk menyelimutiku dengan cintaterimakasih telah memelukku 

biasanya ia adalah teman makan malam favoritmu..teman bepergian..dan penghiburmu.. 
sekarang kau mencariku.. 
wajahmu bercahaya diantara gelak tawa dan tangisan ketika aku tunjukkan semua hal yang kutahu dan semua yang bisa kulakukan.. 
kau katakan: "yang lain bisa menunggu..sekarang, aku bersamamu.' 
terima kasih telah mencariku 

aku pernah berfikir kau tak akan bisa hidup tanpa alat elektronikmu..namun kini aku melihat ada yang lebih penting di hidupmu.. 

aku. 

aku yang menarik perhatianmu 
aku yang tak bisa kau hidup tanpaku 
aku yang tak bisa kau kehilanganku 
aku yang menerangi duniamu 

kau memilihku dan tiap kali kau melakukannya, aku mengingat. 
dan hatiku penuh dengan kebahagiaan. 
telpon tak terlalu penting lagi. 
.dan masa kecilku bukan menjadi sesuatu yang ingin kau korbankan 

terimakasih telah memilihku.. 

* nulis ama mewek..ini langkah langkah awal untuk handsfree: 

  • pilih satu hari dalam seminggu pergi bersama keluarga TANPA hp 
  • gunakan waktu menunggu untuk berkomunikasi dengan orang yang kita cintai. contohnya di restoran, ruang tunggu, di perjalanan..kontak mata yaa..hp masukin tassss. 
  • menciptakan ritual harian yang bebas gangguan..mau tidur, setelah sholat, makan malam..kapanpun yang disesuaikan dengan keluarga masing masing.. 

ini situsnya http://www.handsfreemama.com/ 

apa yang terjadi saat kau terlelap?


Inilah waktu ketika..

Bunda menyadari bahwa kaki kaki kalian telah begitu panjang, nak..

Kaki kaki yang tadinya tertatih..lalu tiba tiba kalian telah mengayuh sepeda..berlari..melompat..

itulah yang dulu kami tunggu..

lalu mengapa menggerutu bila kalian bergerak terus seakan tak jemu..begitulah duniamu.

..doa bunda: Semoga kaki kaki itu yang membawa kalian berjalan ke tempat tempat yang penuh berkah Allah..




Inilah waktu ketika..


Bunda menyadari bahwa..Kalian telah bisa mengatakan banyak kata,nak


Dari gumaman ..hingga tiba tiba kalian bisa memanggil bunda..(ayah dulu)..kemudian beratus tanya


Itulah yang dulu kami tunggu..


lalu mengapa kini harus kehilangan kesabaran jika kalian menyampaikan penolakan..mempertanyakan aturan..atau berteriak kegirangan.

Bukankah bunda seharusnya lebih bijak mendengarkan?


Doa bunda: semoga esok kata kata kalian mengajak kepada kebenaran..dan jujur mengatakan kesalahan..
Aamiin..

Tidurlah..bismillah..

Melangitkan Doa


..bunda akui, nak..

Jarang sungguh kini bunda bisa berlama lama dalam sujud.
Jarang sungguh bunda bisa duduk tenang..membaca, menghafal Al Qur'an..
Jarang sungguh bunda bisa terbangun di sepertiga malam

Dan bunda kerap menjadikan kalian sebagai alasan..Karena kalian bunda kelelahan..karena kalian.

..karena kalian bolak balik diatas sajadah bunda..didalam rukuh..


..karena kalian memanggil manggil atau berseru:" buuun udah buuun..bun ini gimana buuun..kakaaaak ini punyakuu...uuuh"


..karena kalian juga ingin mengaji, terlebih saat kalian masih bayi..lembaran Kitab suci sering kalian remasi..




Ohh Allah.

lalu bagaimana bunda bisa mengharapkan diri ini menjadi teladan? Cara paling utama mengenalkan kalian pada keimanan?

Bagaimana bunda bisa mengharap kebaikan jika bunda tak hadir sepenuh jiwa saat doa doa dilangitkan?

..mari..mari..nak..dekat dekat..mari belajar mencintaiNya bersama bunda..
MencintaiNya dari hati yang menjelma pada fikir, rasa, dan amalan..
Betapa banyaknya bunda justru belajar dari kalian..

Bersyukur kita memiliki Allah Yang Maha Penyayang..Ia Tahu dan Maha Memaafkan..
Tiada pertaubatan yang tak membawa pada perubahan..sedikit demi sedikit... berkelanjutan..

Astaghfirullah..Bismillah..

bagaimana membuat jejak di otakmu, nak?



Bunda pernah membaca

Bahwa perintah dan paksaan, tak meninggalkan jejaknya di otakmu, nak..

Bahwa teriakan dan kritikan pedas tak meninggalkan jalur diotakmu, nak..justru luka luka menganga atau kabel kabel terbakar disana.

hanya serupa robotlah kau menjelma..dan saat perintah itu tak ada..yaaah..tak ada pula ingat yang tersisa.

Lalu mengapa bunda masih melakukannya..walau menyesal sesudahnya?

Jejalur itu muncul saat bahagia..
Merasa dicinta..
Menggunakan sebaik baik kata..
Memancing otakmu untuk bekerjasama..


Sepertinya untuk itu..bunda terlebih dulu harus memangkasi rumputan tinggi bernama tak sabar..tak syukur..lalu berlatih membuat jejak baru di otak bunda.berkali kali.bahwa mungkin memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga.

Ya.

Tentu saja..

Bukankah itu cinta?

Entri Populer